Berdamai dengan Desa: Sebuah Panduan Navigasi Biar Tidak Jadi “Turis” Selamanya
Setelah kemarin saya habis-habisan membongkar borok romantisme hidup di desa—yang ternyata tidak semurah dan seindah filter Instagram itu—banyak yang protes. Katanya, “Lha terus piye, Mas? Kalau sudah telanjur pindah atau memang nasibnya di desa, apa ya harus pasrah dicekik sumbangan…