Kontak

Keraton Simo. Jalan Simo Kacangan No. 82 Kedunglengkong Simo Boyolali
Telepon 0276 320373
Email : [email protected]

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Pondok Pesantren di Kebumen Diadukan ke Polisi

Kasus asusila kembali mencoreng lembaga pendidikan pondok pesantren. Kali ini, oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Gombong, Kebumen dilaporkan atas dugaan tindak asusila yang dilakukan kepada santrinya sendiri.

Diketahui, pengasuh sebuah pondok pesantren yang bertempat di Desa Wonosigro, Gombong itu berinisial M. Kasus ini terungkap dari saat keluarga korban melaporkan tindakan tak senonoh tersebut ke Polres Kebumen.

Setidaknya sudah ada 2 santriwati yang berani melapor atas aksi bejat oknum pengasuh pondok pesantren tersebut. Masing-masing santriwati berasal dari Makasar, Sulawesi Selatan, kemudian satunya dari Kecamatan Rowokele, Kebumen.

Namun, Kepala Desa Wonosigro, Kecamatan Gombong, Waluyo saat ditemui di kantornya, tidak menutupi ihwal dugaan kasus pencabulan yang terjadi di lingkungan pesantren yang berada di desanya.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan pemerintah desa (pemdes) telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri dugaan kasus tersebut.

“Info dari masyarakat sampai ke aparat desa kemudian ke saya. Polsek Gombong juga sudah datang mengklarifikasi,” jelasnya, saat ditemui tvOnenews.com, Rabu (23/11/2022).

Waluyo mengungkapkan, pengasuh pesantren itu sempat datang ke kantor desa untuk mengakui perbuatannya. Ini dilakukan tak berselang lama pasca kasus tersebut ramai jadi bahan perbincangan masyarakat.

Berdasarkan keterangan yang didapat, modus terduga pelaku dalam melancarkan aksi ini dengan memberikan rapalan doa sembari melucuti baju korban.

“Saat itu pak kyai menyampaikan dia itu khilaf. Intinya santri disebul tapi dibuka bajunya. Dia juga sempat menyampaikan maaf ke saya,” lanjut Waluyo kepada wartawan.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, pondok pesantren dengan konsep Asrama Pendidikan Islam (API) tersebut terlihat tidak ada aktivitas maupun kegiatan belajar agama. Komplek pesantren yang berada di pinggir jalan itu tampak sepi dengan pintu utama tertutup rapat.

Informasi dihimpun, pondok pesantren itu berdiri pada 2007 silam. Mayoritas santri merupakan pendatang dari daerah luar. Dari keterangan warga menyebutkan bahwa sosok pengasuh selama ini terkesan tertutup alias kurang berbaur dengan warga.

“Iya biasanya ramai mas. Pak kyai biasanya ngisi pengajian. Sekarang jadi sepi. Santri kelihatannya pada pulang,” kata warga yang tak mau disebut nama.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos Kebumen Marlina Indrianingrum membenarkan adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengasuh pondok pesantren di Gombong.

Mendapati laporan itu pihaknya juga tidak tinggal diam. Sejauh ini koordinasi lintas sektoral terus dilakukan agar kasus tersebut bisa segera diproses.

“Kasus masih diproses dengan polres juga. Sudah koordinasi dengan Kemenag juga,” terang Marlina saat dikonfirmasi.

Marlina mengungkapkan, dalam proses penanganan perkara sempat ada sedikit hambatan karena korban masih takut untuk melapor. Meski begitu, pihaknya akan tetap mengawal kasus tersebut sampai nantinya menemui titik terang.

“Korban tidak berani melapor karena pada takut. Masih ada pendampingan dari psikolog,” ucapnya.

Kasatreskrim Polres Kebumen AKP Kadek Pande Apridya Wibisana saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (23/11/2022) membenarkan sudah ada 2 korban yang mengadukan ke polisi. Pihaknya saat ini baru melakukan pendalaman kasus dengan penyelidikan ke lokasi dan memintai keterangan warga.

“Ya benar mas, ada 2 korban yang sudah mengadukan ke Polres Kebumen. Anggota saya sedang mendalami aduan tersebut dan melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Sumber : TV One News

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *