Pilih Laman

Kementerian Agama mengimbau masyarakat di zona merah wabah corona untuk bisa melaksanakan salat tarawih Bulan Ramadhan di rumah. Hal ini untuk menekan penyebaran virus corona agar tak semakin meluas.

wakil menteri agama republik indonesia – zainut tauhid

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan, salat jumat saja yang sifatnya wajib melalui fatwa MUI bisa diganti dengan salat Zuhur di rumah, apalagi salat tarawih yang sifatnya sunah.

“Artinya apa? Salat Jumat (itu) wajib, bagimana salat tarawih yang sifatnya sunah? Yang wajib aja boleh ditinggalkan apalagi yang sunah,” kata Zainut dalam wawancara dengan kumparan bertajuk ‘Live Update Corona, Jumat (24/4).

Zainut menjelaskan, berdasarkan Fatwa MUI, tiga kategori hukum mengenai situasi salat jumat di sejumlah daerah.

Pertama, dalam satu kawasan yang tingkat penyebaran COVID-19 itu terkendali, belum mewabah, belum terjadi penyebaran yang luas misalnya, yang hebat, boleh dilaksanakan.

Kedua, kalau di satu daerah atau kawasan tingkat paparan COVID-19 sangat tinggi itu boleh ditinggalkan atau tidak laksanakan salat Jumat dan diganti salat Zuhur.

“Ketiga, ketika penyebaran sudah sangat masif luar biasa, itu haram lakukan salat jumat. Di daerah yang tingkat penyebaran COVID sangat tinggi bahkan diharamkan,” kata dia.

Zainut mengatakan, dalam kondisi darurat, hal-hal yang sifatnya dilarang, bisa dilaksanakan. Sebab, kata dia, dalam agama, menjaga jiwa itu adalah yang utama.

“Jangan sampai kita kejar maslahat tapi ada mudharat yang lebih bahaya,” kata Zainut.

Ia pun kemudian mengimbau umat islam untuk bisa melakukan tarawih di rumah. Sebab, untuk mengindari tertular atau bahkan menularkan virus corona kepada orang lain.

“Itulah saya imbau umat islam hendaknya kita sadari karena yang kita hadapi virus ini barang yang tidak kelihatan kita enggak tahu di antara kita ada yang terpapar atau belum, apalagi di zona merah kita merasa sehat tapi sudah terpapar,” pungkasnya.

sumber : https://kumparan.com/kumparannews/wamenag-saat-corona-jumatan-saja-yang-wajib-boleh-di-rumah-apalagi-tarawih-1tHkUcyaqn5/full