Pilih Laman
wanita korban aniaya dan bu RT

Percekcokan seorang wanita dengan ibu RT di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial. Percekcokan dipicu masalah sembako untuk warga yang terdampak COVID-19.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah menerima laporan dari pihak korban.

“Betul (ada kejadian ribut-ribut), saat ini masih di dalami karena korban belum di-BAP,” kata Wirdhanto saat dihubungi wartawan, Jumat (24/4/2020).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4), sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Rawabinangun II, Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara. Awalnya, seorang wanita menanyakan perihal pembagian sembako.

Dalam video yang beredar, tampak wanita berjaket merah cekcok mulut dengan Bu RT yang berdaster. Wanita tersebut memperjelas tujuannya hanya ingin menanyakan perihal sembako.

“Ya ibaratnya jangan di-giniin juga, tahu sendiri Bu RT ngomong pelan-pelan ibaratnya kita kan sebagai warga juga,” kata wanita tersebut.

“Ibu selow aja, saya ngomong baik-baik,” timpal wanita yang merekam video, yang mengaku sebagai kakaknya.

“Kurang ajar kamu, bukan siapa-siapa saya kamu ngomong,” jawab Ibu RT tersebut.

Singkat cerita warga tersebut menanyakan terkait sembako yang belum kunjung dia terima. Namun oknum RT itu merasa tidak terima ditanyai terkait sembako tersebut dan sempat menganiaya warga tersebut.

“Nanya sembako kok sampai kayak gitu, enggak gini, kalau pun dia minta sembako yang keluar bukan namanya dia, jauh-jauh kamu bertahun-tahun bukan warga sini, giliran nanyain sembako kok ribut,” imbuh Bu RT.

“Kan saya nanya pelan-pelan bu RT, ya Allah,” timpal wanita itu lagi.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4990394/viral-wanita-di-jakut-dihajar-bu-rt-gegara-tanya-sembako-polisi-selidiki?single=1

korban dan pelaku

Memang di tengah wabah virus covid-19 ini selain ancaman kesehatan kita juga dihadapkan pada kesulitan ekonomi yang kian hari makin menyulitakan masyarakat bagi pegawai kantor mungkin bisa ya menerapkan bekerja dari rumah tapi untuk pekerja informal contohnya ojek online ngga turun ke jalan berarti ngga makan, ditambah semakin lama semakin banyak buruh pabrik yang dirumahkan bahkan terjadi pemutusan kerja membuat bertambahnya jumlah warga miskin dan rentan miskin.

Melihat keadaan tersebut pemerintah pusat dan pemerintah daerah coba membantu masyarakat dengan membagikan sembako pada masyarakat yang didata dengan mengumpulkan fotocopy kartu keluarga ke ketua RT, untuk saat ini memang baru beberapa wilayah yang sudah menerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah tersebut karena menghindari dobel penerima dan bantuan bisa tepat sasaran.

Dan perihal informasi pembagian sembako untuk masing-masing daerah bisa ditanyakan langsung kepada seseorang yang menjabat sebagai ketua RT di wilayah masing-masing, namun bagaimana kalo yang terjadi seperti disalah satu wilayah Jakarta yakni di Jalan Rawabinangun II, yang berkelahi karena persoalan sembako.

Perkelahian tersebut terjadi antara Nunung, Ketua RT 005, Keluarahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dengan seorang warga bernama Nurhayati.

Awal mulanha Nurhayati bersama kakaknya mendatangi kediaman Ketua RT untuk menanyakan bantuan sembako, lalu Nunung sebagai Ketua RT menjawab kalo Nurhayati ini tidak punya hak untuk mendapatkan bansos tersebut karena ia sudah pindah domisili , namun Nurhayati bersikukuh masih memiliki hak menerima bansos karena ktpnya belum pindah alias masih beralamat di RT 005/008 Kelurahan Rawa Badak Utara.

Akhirnya adu mulut pun tidak terhindarkan dan keduanya pun berkelahi dengan saling mencakar dan menjambak, Nurhayati yang tidak terima akibat luka cakar yang dialami di bagian wajahnya kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi, berikut ini percakapan yang terekam dalam video

Kurang ajar kamu, bukan siapa-siapa saya kamu ngomong,” cetus Nunung

“Saya ngomong bak-baik, tapi ibu malah ngomong kayak gitu sama adek saya,” kata kakak Nurhayati.

“Malu begini mulu. Nur juga kan hanya nanya sembako,” timpal Nurhayati.

Nunung menjelaskan bahwa Nurhayati tidak punya hak untuk mendapatkan sembako.

“Nanya sembako sampai teriak-teriak begitu. Gini, kalau pun dia (Nurhayati) minta sembako, yang keluar bukan namanya dia,” kata Nunung.

“Jauh-jauh kamu bertahun-tahun bukan warga sini, giliran tanyain sembako ribut,” tambahnya.

Sumber: pojoksatu.id