Pilih Laman

Skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sejumlah Pemerintah Daerah di wilayah Jabodetabek membuat restoran fast food tidak lagi bisa menerima konsumen untuk makan di tempat. Mereka harus memutar otak agar pendapatan bisa tetap didapat.

logo KFC

PT Fast Food Indonesia sebagai pemegang hak lisensi KFC Indonesia mengaku sedikitnya sudah menutup 100 gerai dan merumahkan sedikitnya 450 karyawan karena terdampak corona.

Perseroan mengambil langkah dengan cara menjual via online. Pasalnya, pembelian secara langsung saat ini sudah sangat sepi diminati. Namun, penjualan secara online pun belum bisa menyamai angka penjualan saat waktu reguler biasa.

“Nggak banyak, hanya 35% saja dari penjualan biasanya,” kata Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/4).

Pengiriman barang umumnya melalui ojek online seperti Grab Food, Gojek dan lain-lain juga home delivery dari internal perusahaan. Cara lainnya yang juga diandalkan adalah melalui drive thru. Dimana konsumen tidak perlu keluar dari kendaraannya untuk mendapatkan makanan atau minuman cepat saji.

“Hanya itu saja yang kita bisa lakukan untuk dagang sekarang. Dan itu sudah berlangsung beberapa minggu, udah 4 minggu lebih. Dan sekarang memang hanya itu yang bisa kita peroleh untuk kita bisa aktif,” papar Justinus.

“Pokoknya kita tetap berusaha untuk menjaga agar kelangsungan operasional bisa bertahan lebih panjang,” lanjutnya.

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200423120050-4-153883/kfc-tutup-100-gerai-rumahkan-450-karyawan-apa-selanjutnya