Pilih Laman

Sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, berbagai pihak diimbau untuk melakukan physical distancing guna menekan penyebaran virus. Pemerintah juga mengimbau agar tidak berkerumun lebih dari lima orang dalam satu tempat.

pemeriksaan pasien standard covid 19

Namun, publik sempat dihebohkan dengan rencana gelaran acara bertajuk Ijtima Ulama Dunia 2020 selama 4 hari pada 19-22 Maret 2020 di Bontomarannu, Gowa , Sulawesi Selatan.
Setelah menuai kontroversi dan protes, acara ini pun dibatalkan dengan proses yang alot.

Meski demikian, sedikitnya 6.000 peserta dari berbagai negara dan peserta dari Indonesia sudah berdatangan ke Gowa . Kini, diketahui sejumlah kasus baru Virus Corona di Indonesia muncul dari klaster Ijtima Ulama Gowa yang menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Ir. Achmad Husein, Bupati Banyumas, melalui akun media sosialnya mengunggah sebuah video tentang salah satu peserta Ijtima Ulama di Gowa yang positif terkena Virus Corona . Dalam video tersebut, peserta yang sempat dirawat di rumah sakit Banyumas ini bercerita awal mula mengikuti acara besar tersebut hingga dinyatakan positif.

Peserta tersebut mengatakan bahwa setelah pulang dari Gowa , ia tidak merasakan gejala apapun dan tetap berkegiatan seperti biasa.

“Sejak itu, setelah saya pulang, itu awalnya saya tidak merakan gejala apapun. Jadi saya tetep ibadah di masjid,” ujarnya.

“Karena pada waktu saya merasa tidak berpenyakit. Saya tetep menjalankan salat dan beribadah di masjid. Bukan maksud saya untuk menularkan penyakit, karena tujuan saya itu ibadah,” tambahnya

Setelah beberapa hari, ia merasa tidak enak badan, flu, dan pilek. Kemudian, ia memeriksakan diri ke dokter. Setelah seminggu, ia dirawat di rumah sakit Banyumas untuk diisolasi.

Ia pun meminta maaf kepada seluruh pihak dan mengaku tidak memedulikan imbauan dari pemerintah.

“Jadi, di sini saya mohon maaf kepada Bapak Bupati dan masyarakat Banyumas umumnya. Karena pada saat itu saya masih kurang mengindahkan daripada peraturan pemerintah yang mana tidak boleh berkerumun, seperti salat di masjid.”

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah untuk tidak berkerumun, demi kemaslahatan berasama.

sumber : https://m.akurat.co/id-1095132-read-jemaah-ijtimak-ulama-gowa-yang-positif-corona-meminta-maaf-tak-pedulikan-aturan-pemerintah